AlQuran-Online

 

Login Anggota 

Random Ayat 

Artikel | Terbaru 

Sedang Online 

Kami memiliki 117 tamu dan tidak ada anggota online

5174037
Hari Ini
Semalam
Dalam Minggu Ini
Total Pengunjung
2550
3411
17209
5174037

IP Kamu : 54.156.58.187
Waktu: 2017-09-21 15:45:54

LINK | CAMPUS 

WEBSITE YASPENDHAR

yaspendhar3


 

Supported By
logo

Link Imsakiyah 1437H Medan

Kamis, 07 Februari 2013 14:58

DIALOG 2 ORANG AKHWAT

Written by

2 akhwat by ryuchi87-d38xcxk"DIALOG 2 ORANG AKHWAT"

A : Eh.. tau ga sih elu? Pacarku yang sekarang Sholeh banget.
B : Hah? Sholeh? Terus gua mesti bilang WOW gitu?

A : Ya iyalah. Harus dunk. Kan elu yang selalu nyaranin gua kek gitu.
B : Ye.. Sapa bilang? Kan gua cuma bilang, kalo elu mau cari pendamping, carilah yang Sholeh.

A : Terus apa bedanya calon pendamping ama pacar? Kan pacar udah bisa disebut calon pendamping.
B : Ya beda banget lah. Elu bilang pacar elu Sholeh? Ckckckck.. Mana ada anak suka pacaran dibilang Sholeh? Gada ceritanya tuh.

A : Ih.. Malah gak pecaya! Doi tuh kalo lagi ngajak jalan, ato pas lagi duaan, selalu aja kasih nasehat ma gua. Itu artinya Doi Sholeh kan?
B : Hah? Ngajak jalan? Duaan? Cuma duaan? Itu mah malah dilarang oleh Agama. Kalo doi Sholeh, gak semestinya ngajakin elu pacaran. Tapi doi suka silaturrahim ke rumah elu. Sambil ta'arrufan. Dan mesti ada yang nemenin. Tetep gak boleh duaan apapun alasannya.

A : Gitu ta?
B : Iya dunk. Ingatlah cowok yang baik itu gak bakal ngejalanin apa yang disebut pacaran. Begitu juga cewek. Tau ga sih elu? Menjaga diri dari hubungan yang belum halal itu akan memuliakan diri.

A : Terus apa yang mesti gua lakuin sekarang?
B : Stop lah berpacaran. Karena itu dilarang. Ajaklah doi ta'arrufan ke rumah. Sekalian dikenalain ma bokap N nyokap elu. Kalo doi emank berkomitmen jadiin elu pasangan hidup, yakin doi bakal mau. Tapi kalo gak, yaaa gitu deh. Pikir sendiri lah..

Sumber: https://www.facebook.com/pages/Sahabat-QALBU-Cahaya-Jiwa/272288279561205

Kamis, 07 Februari 2013 11:00

Jangan remehkan dakwah kepada anak-anak!

Written by
538198 4283356973690 1499504698 nJika telah terikat hatinya dengan Islam, mereka akan mudah bersungguh-sungguh menetapi agama ini setelah dewasa. Jika engkau siapkan mereka untuk siap menghadapi kesulitan, maka kelak mereka tak mudah ambruk hanya karena langkah mereka terhalang oleh kendala-kendala yang menghadang. Tetapi jika engkau salah membekali, mereka akan menjadi beban bagi ummat ini di masa yang akan datang. Cemerlangnya otak sama sekali tidak memberi keuntungan jika hati telah beku dan kesediaan untuk berpayah-payah telah runtuh.

Maka, ketika engkau mengurusi anak-anak di sekolah, ingatlah sejenak. Tugas utamamu bukan sekedar mengajari mereka berhitung. Bukan! Engkau sedang berdakwah. Sedang mempersiapkan generasi yang akan mengurusi umat ini 30 tahun mendatang. Dan ini pekerjaan sangat serius. Pekerjaan yang memerlukan kesungguhan berusaha, niat yang lurus, tekad yang kuat serta kesediaan untuk belajar tanpa henti.

Karenanya, jangan pernah main-main dalam urusan ini. Apa pun yang engkau lakukan terhadap mereka di kelas, ingatlah akibatnya bagi dakwah ini 30 40 tahun yang akan datang. Jika mereka engkau ajari curang dalam mengerjakan soal saja, sesungguhnya urusannya bukan hanya soal bagaimana agar mereka lulus ujian. Bukan. Yang terjadi justru sebaliknya, masa depan umat sedang engkau pertaruhkan!!! Tidakkah engkau ingat bahwa induk segala dusta adalah ringannya lisan untuk berdusta dan tiadanya beban pada jiwa untuk melakukan kebohongan.
Kamis, 07 Februari 2013 10:27

Siapakah Wanita Pertama Kali Masuk Surga

Written by
images

Suatu hari putri Nabi SAW. Fatimah Az Zahra ra. bertanya kepada Rasulullah SAW., siapakah wanita pertama yang memasuki surga setelahUmmahatul Mukminin setelah istri-istri Nabi SAW.? Rasulullah bersabda: Dialah Mutiah.

Berhari-hari Fatimah Az Zahra berkeliling kota Madinah untuk mencari tahu keberadaan siapa Mutiah itu dan dimana wanita yang dikatakan oleh Nabi SAW. itu tinggal. Alhamdulillah dari informasi yang didapatkannya, Fatimah mengetahui keberadaan dan tempat tinggal Mutiah di pinggiran kota Madinah.

Atas ijin suaminya Ali bin Abi Thalib, maka Fatimah Az Zahra dengan mengajak Hasan putranya untuk bersilaturahmi ke rumah Mutiah pada pagi hari. Sesampainya di rumah Mutiah, maka Fatimah yang sudah tidak sabar segera mengetuk pintu rumah Mutiah dengan mengucapkan salam.

"Assalaamu'alaikum ya ahlil bait." Dari dalam rumah terdengar jawaban seorang wanita, "Wa'alaikassalaam ... siapakah diluar?" lanjutnya bertanya. Fatimah menjawab, "Saya Fatimah putri Muhammad SAW." Mutiah menjawab, "Alhamdulillah, hari ini rumahku dikunjungi putri Nabi junjungan alam semesta."

Segera Mutiah membuka sedikit pintu rumahnya, dan ketika Mutiah melihat Fatimah membawa putra laki-lakinya yang masih kecil (dalam riwayat masih berumur 5 tahun). Maka Mutiah kembali menutup pintu rumahnya kembali, terkagetlah Fatimah dan bertanyalah putri Nabi SAW kepada Mutiah dari balik pintu.


Copyright © 2011 Forum Komunikasi Mahasiswa Muslim Harapan. All Rights Reserved.
Developed By : NIKAZAFAI COM & SOFIAN ARISYANDI