AlQuran-Online

 

Login Anggota 

Random Ayat 

Artikel | Terbaru 

Sedang Online 

Kami memiliki 63 tamu dan tidak ada anggota online

005644
Hari Ini
Semalam
Dalam Minggu Ini
Total Pengunjung
1769
0
1769
5644

IP Kamu : 54.225.57.89
Waktu: 2017-11-21 07:56:40

LINK | CAMPUS 

WEBSITE YASPENDHAR

yaspendhar3


 

Supported By
logo

Link Imsakiyah 1437H Medan

-Setiap mereka yang mengucapkan dua kalimah syahadah, maka dia merupakan seorang da’i ataupun pendakwah. Tiada pengecualian. Berdakwah bukanlah tanggungjawab golongan pelajar sekolah agama, ustaz, ulama’ serta mufti sahaja. Semua muslim sebenarnya dibebankan dengan tanggungjawab untuk berdakwah, mengajak umat manusia kepada Islam. Hanya dengan jalan ini sahajalah Umat Islam akan meraih kembali kemuliaan dan keagungan yang pernah digenggam suatu ketika dahulu. Bersesuaian dengan firman Allah S.W.T:

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.
[Q.S. Ali ‘Imran, 3 : 110]

Minggu, 09 Desember 2012 09:14

Terasing

Written by

Dunia adalah tempat persinggahan, kita hanya sebentar berteduh untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan panjang menuju tempat abadi yaitu kampung akhirat. Ketika singgah, tak usah kita terlena dengan tipu daya warna warni dunia. Gemerlapnya akan membuat kita terpana. Keindahannya akan membuat kita lalai. Cukuplah kita mengisi perbekalan yang dibutuhkan dalam perjalanan panjang nanti.

Sedang akhirat adalah tempat asing dan hanya untuk orang-orang asing dan berbahagialah bagi kita yang merasa asing. Asing dengan segala hiruk pikuk dunia. Asing dengan ketaqwaan kita kepada Allah di tengah menjamurnya kemaksiatan.

Siapa yang menikmati dunia, aku pun pernah merasakannya, kesegaran dan siksanya pun pernah aku rasakan, aku tak melihatnya kecuali tipuan dan kepahitan, dunia tak lain adalah bangkai busuk, di atasnya terdapat anjing-anjing yang siap menyantapnya. Jika engkau menjauh darinya, maka kamu akan selamat. Dan jika engkau mengambilnya, anjing-anjing itu akan merebutmu. Maka tinggalkanlah saja semua sampah itu. Jiwa yang bertaqwa tak boleh terperosok ke dalamnya.” (Al Imam AsySyafi’i)

Minggu, 09 Desember 2012 09:06

Waktu Kita, Habis Dimana ?

Written by

Kita sering mendengar orang mengeluh soal waktu yang sangat terbatas. Waktu yang sangat sempit. Waktu yang pendek, sehingga banyak pekerjaan tidak bisa terselesaikan karena kekurangan waktu. Kita sering mendengar keluhan kemacetan lalu lintas Jakarta, yang menyebabkan waktu terbuang di jalanan. Waktu habis karena terjebak kemacetan ibukota Jakarta. Kalau di daerah, orang mengeluh soal lamanya menunggu angkutan umum, karena masih sangat jarang jumlahnya.
Ternyata, untuk bisa menghormati waktu memerlukan kelengkapan sarana dan prasarana. Memerlukan keterpaduan pengelolaan dalam segala aspeknya. Di antara hal yang bisa menghemat waktu adalah kualitas informasi di tempat umum dan di fasilitas publik. Bus kota kita belum memiliki jadwal yang pasti kapan berangkat dan kapan tibanya. Kereta api kita sudah relatif memiliki jadwal, namun belum bisa memenuhinya. Di bandara, stasiun dan terminal, masih belum cukup ramah untuk penghematan waktu.


Copyright © 2011 Forum Komunikasi Mahasiswa Muslim Harapan. All Rights Reserved.
Developed By : NIKAZAFAI COM & SOFIAN ARISYANDI