AlQuran-Online

 

Login Anggota 

Random Ayat 

Artikel | Terbaru 

Sedang Online 

Kami memiliki 64 tamu dan tidak ada anggota online

005646
Hari Ini
Semalam
Dalam Minggu Ini
Total Pengunjung
1771
0
1771
5646

IP Kamu : 54.225.57.89
Waktu: 2017-11-21 07:57:03

LINK | CAMPUS 

WEBSITE YASPENDHAR

yaspendhar3


 

Supported By
logo

Link Imsakiyah 1437H Medan

Minggu, 09 Desember 2012 09:00

“Permainan” OKNUM Ikhwan dan Akhwat

Written by

Essay ini adalah bentuk Shock Therapy terhadap manusia-manusia yang mengaku sebagai kader dakwah. Mereka yang masih berada di dunia kampus (Aktivis Kampus), dan di dunia di mana usia pernikahan sudah mendekat (Pasca Kampus).

Di sebuah negeri antah berantah, Allah menghendaki sebuah kampus di kota tersebut mencapai kefutuhan. BEM di kuasai, memiliki kader yang banyak dan tak ketinggalan legalisasi kampus terhadap organisasi ini telah didapat. Sehingga berbagai kegiatan begitu mudah mereka laksanakan tanpa aral melintang.

Teringat sebuah Taujih dari seorang Ustadzah (lupa namanya), dikatakan bahwasanya sebuah kampus ketika dalam perjalanan dakwah tidak mengalami cobaan yang melintang. Semua begitu mudah. Namun bukan berarti dakwah mereka baik-baik saja. Justru sebaliknya, dakwah seperti inilah yang bermasalah. Kenapa bermasalah, karena Fitrah atau Sunnatullah-nya sebuah pergerakan dakwah adalah besar dan beruntunnya cobaan yang menghalang mereka. Jadi banggalah bagi kita ketika dalam perjalanan dakwah ini, kita banyak menemukan aral melintang, namun ketika kita mampu melaluinya, maka akan Allah SWT naikkan derajat orang-orang yang di dalamnya. Tidak jarang, mereka yang merasa kampusnya tenang-tenang saja, menjadi ujub, sombong, dan syum’ah. Wallahu a’lam

Kampus ini sudah mengalami kefutuhan sangat lama. Kader mereka begitu banyak di setiap fakultas lebih 20 orang menjadi anggota inti. Kuantitas maju, tidak dibarengi dengan kualitas yang pas sesuai dengan manhaj yang mereka pegang.

Minggu, 09 Desember 2012 08:42

Pantulan Kehidupan

Written by

Dear All,

This story a nice to read....

Seorang bocah mengisi waktu luang dengan kegiatan mendaki gunung bersama ayahnya. Entah mengapa, tiba-tiba si bocah tersandung akar pohon dan jatuh.

"Aduhh!" jeritannya memecah keheningan suasana pegunungan.

Si bocah amat terkejut, ketika ia mendengar suara di kejauhan menirukan teriakannya persis sama, "Aduhh!". Dasar anak-anak, ia berteriak lagi, "Hei!

Siapa kau?" Jawaban yang terdengar, "Hei! Siapa kau?" Lantaran kesal mengetahui suaranya selalu ditirukan, si anak berseru, "Pengecut kamu!"

Lagi-lagi ia terkejut ketika suara dari sana membalasnya dengan umpatan serupa.

Ia bertanya kepada sang ayah, "Apa yang terjadi?" Dengan penuh kearifan sang ayah tersenyum, "Anakku, coba perhatikan." Lelaki itu berkata keras, "Saya kagum padamu!" Suara di kejauhan menjawab, Saya kagum padamu!" Sekali lagi sang ayah berteriak "Kamu sang juara!" Suara itu menjawab, "Kamu sang juara!" Sang bocah sangat keheranan, meski demikian ia tetap belum mengerti.

Lalu sang ayah menjelaskan, "Suara itu adalah gema, tapi sesungguhnya itulah kehidupan."

Kehidupan memberi umpan balik atas semua ucapan dan tindakanmu. Dengan kata lain, kehidupan kita adalah sebuah pantulan atau bayangan atas tindakan kita. Bila kamu ingin mendapatkan lebih banyak cinta didunia ini, maka ciptakan  cinta didalam hatimu. Bila kamu menginginkan tim kerjamu punya kemampuan tinggi, ya tingkatkan kemampuan itu. Hidup akan memberikan kembali segala sesuatu yang telah kau berikan kepadanya. Ingat, hidup bukan sebuah kebetulan tapi sebuah bayangan dirimu.

Minggu, 09 Desember 2012 08:37

Warisan para Nabi dan Rosul

Written by

( KUMPULAN : HADIST-KUNCI ) WARISAN PARA NABI DAN ROSUL - Ilmu adalah firman Allah, sabda rosulNya, perkataan para shahabat, tidaklah bercampur dengan manusia terkini, Tiada bagianmu terhadap ilmu itu boleh berselisih, Yakni antara Rosul dan pendapat seorang faqih alim Agama. Berkata al-Imam al-Awza’iy rahimahullah, “Ilmu itu adalah apa yang didatangkan oleh para shahabat Muhammad saw, dan apa yang tidak datang dari seseorang dari mereka maka itu bukanlah ilmu”. [Bahjah an-Naazhiriin: II: 462 dan Jaami’ bayaan al-Ilmi wa fadl-lihi: 803].


Copyright © 2011 Forum Komunikasi Mahasiswa Muslim Harapan. All Rights Reserved.
Developed By : NIKAZAFAI COM & SOFIAN ARISYANDI