AlQuran-Online

 

Login Anggota 

Random Ayat 

Artikel | Terbaru 

Sedang Online 

Kami memiliki 69 tamu dan tidak ada anggota online

5173590
Hari Ini
Semalam
Dalam Minggu Ini
Total Pengunjung
2103
3411
16762
5173590

IP Kamu : 54.198.165.74
Waktu: 2017-09-21 13:43:16

LINK | CAMPUS 

WEBSITE YASPENDHAR

yaspendhar3


 

Supported By
logo

Link Imsakiyah 1437H Medan

Dua tahun saya tak pulang ke kampung halaman. Sudah banyak yang berubah. Banyak bangunan baru dan yang masih di bangun di kiri-kanan jalan. Perekonomian di kampung halaman saya sedang menggeliat, membaik dan meningkat. Selain perubahan itu, satu yang juga membuat ku bangga, masjid di kampung sudah bagus dan cukup megah serta sudah memiliki sumur sendiri. Sumur bor! Airnya bersih dan lancar. Tidak susah lagi jika mau wudhu. Bahkan kamar mandi dan WC masjid sudah lumayan bersih dan tidak bau seperti dulu.

“Sudah banyak air untuk membersihkannya mas” kata salah seorang warga.

“Itu sumur kapan dibuatnya pak?” tanya ku.

“Belum lama kok, sekitar 4 bulan yang lalu” katanya, “Itu juga bantuan dari orang. Ada yang bersedekah membuat sumur itu”

“Siapa pak?”

“Si Fulan mas, itu loh yang rumahnya di ujung desa”

“Oh iya saya kenal”

Beberapa hari kemudian, ketika ada waktu luang saya menyempatkan diri berkunjung ke rumah si Fulan yang sudah bersedekah membuatkan sumur bor di masjid kampung ku. Si Fulan ini kehidupannya pas-pasan. Penghasilannya sekitar 1.5 juta sebulan. Uang sebanyak itu ia pakai untuk menafkahi istri dan dua anaknya. Tapi ia punya warung rumahan. Yah, paling ukuran warungnya hanya 3 x 2 meter saja.

“Alhamdulillah mas, saya diberi kemudahan sama Allah untuk membangun sumur itu. Saya juga awalnya tidak menyangka bisa bersedekah begitu” Sedekah-infak-kaya

“Emang berapa biayanya pak?”

“Nggak besar kok mas, sekitar 10juta”

Glek.. saya menelan ludah, malu. Dia yang berpenghasilan tidak terlalu besar saja bisa sedekah sebanyak itu. Bagaimana dengan saya? Jauh sekali!!

“Subhanallah, saya harus belajar banyak dari bapak” kataku.

“Saya sering mendengar ceramah Yusuf Mansur di televisi mas. Awalnya saya coba-coba sedekah sedikit, Alhamdulillah, Allah memang tuhan yang tidak mungkin mengingkari janjinya. Rejeki saya terus mengalir” jelasnya, “Kemudian ketika ada kelebihan rejeki, dan kebetulan masjid kita belum ada sumur yang layaknya, saya sedekahkan kesana. Semoga menjadi amal baik saya dan keluarga”

Minggu, 28 April 2013 09:22

KAKEK PENJUAL AMPLOP DI ITB

Written by

Islamedia - Setiap menuju ke Masjid Salman ITB untuk shalat Jumat saya selalu melihat seorang Kakek tua yang duduk terpekur di depan dagangannya. Dia menjual kertas amplop yang sudah dibungkus di dalam plastik. Sepintas barang jualannya itu terasa “aneh” di antara pedagang lain yang memenuhi pasar kaget di seputaran Jalan Ganesha setiap hari Jumat. Pedagang di pasar kaget umumnya berjualan makanan, pakaian, DVD bajakan, barang mainan anak, sepatu dan barang-barang asesori lainnya. Tentu agak aneh dia “nyempil” sendiri menjual amplop, barang yang tidak terlalu dibutuhkan pada zaman yang serba elektronis seperti saat ini. Masa kejayaan pengiriman surat secara konvensional sudah berlalu, namun Kakek itu tetap menjual amplop. Mungkin Kakek itu tidak mengikuti perkembangan zaman, apalagi perkembangan teknologi informasi yang serba cepat dan instan, sehingga dia pikir masih ada orang yangmembutuhkan amplop untuk berkirim surat.

kakek-penjual-amplop-3

Kehadiran Kakek tua dengan dagangannya yang tidak laku-laku itu menimbulkan rasa iba. Siapa sih yang mau membeli amplopnya itu? Tidak satupun orang yang lewat menuju masjid tertarik untuk membelinya. Lalu lalang orang yang bergegas menuju masjid Salman seolah tidak mempedulikan kehadiran Kakek tua itu.

Rabu, 24 April 2013 22:48

Dahsyatnya Pikiran Bawah Sadar Anda

Written by

Dalam tulisan Peace of Mind dari Sandy McGregor menjelaskan bahwa pikiran manusia terbagi atas 12% pikiran sadar (conscious) dan 88% pikiran bawah sadar (subconscious). Saat ini saya setuju dengan pendapat tersebut dan hal yang menarik bagi saya untuk di bahas .
Dari pengalaman saya dulu ketika di kelas 6 SD. Pernah suatu hari saya di rendahkan hingga pakaian saya kotor oleh seorang biang kerok ternama dan tubuhnya 2x lebih besar dari saya. Emosi yang begitu dalam membuat perkelahian pun tidak bisa di elakkan lagi “ciiaaat!”. Layaknya bruce lee waktu itu saya bisa menendang keras lawan saya hingga terpental “wuu!”. Aneh padahal saya tidak pernah berkelahi dan termasuk anak yang kurus, kecil, penakut, hitam, hidup lagi hehehe.
Dia membalasnya dengan merangkul lalu memiting leher saya hingga kesulitan bergerak, ditambah bogem mentah bertubi-tubi di kepala saya. Anehnya lagi saya merasa tidak kesakitan bahkan merasa punya kekuatan besar untuk melepaskan diri dan akhirnya saya pun terlepas. Perkelahian semakin dahsyat saat giliran saya mendaratkan jeb kanan tepat di wajahnya. Lalu di balas dengan tendangan maut dari teman saya hingga “gdebugg!” kepala saya pun terbentur keras ke dinding. Saya masih tidak merasa kesakitan justru yang terjadi semakin semangat untuk membalasnya.
Ketika giliran saya mengeluarkan pukulan seribu bayangan tiba-tiba guru datang dan melerai hingga perkelahian usai. Meskipun saya kalah skor tapi saya senang karena setelah mengingat, menimbang, menetapkan dan memutuskan bahwa teman sayalah yang bersalah. Tidak ada bekas luka memar pada wajah dan tubuh saya, saya merasa baik-baik saja. Lalu saya melihat kelas meja dan kursi sudah berserakan. Benarkah ini kami yang melakukannya?!
Mungkin ada juga pernah mengalaminya kan? Bahkan jauh lebih dahsyat? Bisa jadi Anda tanpa sadar bisa melompat tembok dinding yang tinggi atau lobang parit yang panjang dengan cepat dan mudahnya saat Anda dikejar anjing. Padahal kalau Anda coba lagi dalam kondisi sadar maka Anda sulit melakukannya lagi. Kenapa bisa begitu?
Setelah saya pahami itulah fenomena pikiran bawah sadar. Kita memiliki kekuatan dahsyat yang tidak kita sadari. Bagaimana jadinya kalau Anda sudah menyadarinya lalu sewaktu-waktu mengaktifkannya lagi, lagi dan lagi untuk kepentingan positif Anda dan orang lain? Bisakah? Jawabannya bisa! jika Anda memahami dasarnya! Dan saya memahaminya setelah mempelajari Hypnosis

Sumber : Wahyudi

wahyudi

Dahsyatnya Pikiran Bawah Sadar Anda

Dalam tulisan Peace of Mind dari Sandy McGregor menjelaskan bahwa pikiran manusia terbagi atas 12% pikiran sadar (conscious) dan 88% pikiran bawah sadar (subconscious). Saat ini saya setuju dengan pendapat tersebut dan hal yang menarik bagi saya untuk di bahas .
Dari pengalaman saya dulu ketika di kelas 6 SD. Pernah suatu hari saya di rendahkan hingga pakaian saya kotor oleh seorang biang kerok ternama dan tubuhnya 2x lebih besar dari saya. Emosi yang begitu dalam membuat perkelahian pun tidak bisa di elakkan lagi “ciiaaat!”. Layaknya bruce lee waktu itu saya bisa menendang keras lawan saya hingga terpental “wuu!”. Aneh padahal saya tidak pernah berkelahi dan termasuk anak yang kurus, kecil, penakut, hitam, hidup lagi hehehe.
Dia membalasnya dengan merangkul lalu memiting leher saya hingga kesulitan bergerak, ditambah bogem mentah bertubi-tubi di kepala saya. Anehnya lagi saya merasa tidak kesakitan bahkan merasa punya kekuatan besar untuk melepaskan diri dan akhirnya saya pun terlepas. Perkelahian semakin dahsyat saat giliran saya mendaratkan jeb kanan tepat di wajahnya. Lalu di balas dengan tendangan maut dari teman saya hingga “gdebugg!” kepala saya pun terbentur keras ke dinding. Saya masih tidak merasa kesakitan justru yang terjadi semakin semangat untuk membalasnya.
Ketika giliran saya mengeluarkan pukulan seribu bayangan tiba-tiba guru datang dan melerai hingga perkelahian usai. Meskipun saya kalah skor tapi saya senang karena setelah mengingat, menimbang, menetapkan dan memutuskan bahwa teman sayalah yang bersalah. Tidak ada bekas luka memar pada wajah dan tubuh saya, saya merasa baik-baik saja. Lalu saya melihat kelas meja dan kursi sudah berserakan. Benarkah ini kami yang melakukannya?!
Mungkin ada juga pernah mengalaminya kan? Bahkan jauh lebih dahsyat? Bisa jadi Anda tanpa sadar bisa melompat tembok dinding yang tinggi atau lobang parit yang panjang dengan cepat dan mudahnya saat Anda dikejar anjing. Padahal kalau Anda coba lagi dalam kondisi sadar maka Anda sulit melakukannya lagi. Kenapa bisa begitu?
Setelah saya pahami itulah fenomena pikiran bawah sadar. Kita memiliki kekuatan dahsyat yang tidak kita sadari. Bagaimana jadinya kalau Anda sudah menyadarinya lalu sewaktu-waktu mengaktifkannya lagi, lagi dan lagi untuk kepentingan positif Anda dan orang lain? Bisakah? Jawabannya bisa! jika Anda memahami dasarnya! Dan saya memahaminya setelah mempelajari Hypnosis

Sumber : Wahyudi

 

Halaman 4 dari 27

Copyright © 2011 Forum Komunikasi Mahasiswa Muslim Harapan. All Rights Reserved.
Developed By : NIKAZAFAI COM & SOFIAN ARISYANDI