FKMM HARAPAN MEDAN

FKMM HARAPAN MEDAN

Follow : @fkmmharapan

Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Minggu, 09 Desember 2012 08:31

Terapi Jiwa dengan Sabar

Sabar adalah obat gangguan jiwa yang terbaik, bahkan terkadang sabar mengandung obat semua penyakit jiwa. Sering kali gangguan-gangguan jiwa ini mengakibatkan timbulnya penyakit fisik. Seperti tekanan darah tinggi, luka pada lambung dan usus dua belas jari, dan penyakit usus besar yang menimbulkan rasa sakit yang luar biasa diperut; kesulitan pencernaan dan gangguan organ-organ pencernaan.

Rasa sakit adalah gejala utama yang timbul dari kebanyakan penyakit dan luka. Rasa sakit itulah yang mendorong manusia untuk berobat. Seandainya bukan karena rasa sakit, niscaya manusia tidak merasa bahwa dirinya sedang sakit. Rasa sakit merupakan sistem pertahanan sekaligus alarm peringatan yang mengingatkan manusia bahwa dirinya mengidap penyakit yang harus segera diobati. Rasa sakit sangat diperlukan untuk menjaga tubuh tetap sehat. Dari sini kita mengetahui pentingnya rasa sakit. Ia merupakan nikmat dari Allah yang harus kita syukuri. Imam Ahmad meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda,“Ketahuilah bahwa bersabar terhadap sesuatu yang tidak disukai mengandung banyak kebaikan.”

Minggu, 09 Desember 2012 00:50

(AHLI SYURGA) ABDURRAHMAN BIN AUF R.A.

( AHLI SYURGA ) ABDURRAHMAN BIN AUF R.A. - Kehidupan Abdurrahman bin 'Auf di Madinah dalam berniaga Barang apa Saja yang ia pegang dan dijadikannya pokok perniagaan pasti menguntungkannya. Pada suatu hati ia mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Wahai ibnu 'Auf! anda termasuh golongan orang kaya dan anda akan masuk surga secara perlahan-lahan....! Pinjamkanlah kekayaan itu kepada Allah, pasti Alla

h mempermudah langkah anda....!" Semenjak ia mendengar nasihat Rasulullah ini dan ia menyediakan bagi AIlah pinjaman yang balk, maka Allah pun memberi ganjaran kepadanya dengan berlipat ganda

Di suatu hari ia menjual tanah seharga 40 ribu dinar, kemudian uang itu dibagi-bagikannya semua untuk keluarganya dari Bani Zuhrah, untuk para isteri Nabi dan untuk kaum fakir miskin. 

Minggu, 09 Desember 2012 00:38

(AHLI SYURGA) ABU BAKAR SHIDDIQ R.A.

 

( AHLI SYURGA ) ABU BAKAR SHIDDIQ R.A. - Dalam kitab Tarikhul-khulafa, Nabi berkata, "Apabila saya menawarkan agama Islam kepada seseorang, biasanya orang itu menunjukkan keragu-raguannya sebelum memeluk agama Islam. Tapi Abu Bakar adalah suatu perkecualian. Dia memeluk agama Islam tanpa sedikitpun keragu-raguan pada dirinya." Abu Bakar mempunyai 40.000 dirham ketika masuk agama Islam, tapi kemudi

an hanya tinggal 5.000 dirham saja pada waktu hijrah. Beliau ikut hijrah ke Madinah menemani Nabi, dan meninggalkan isteri serta anak-anaknya pada lindungan Allah. 

( Hijrah, kaya raya di Madinah )

Ketika itu Madinah sebagai ibu kota Islam sangat terancam oleh gerombolan-gerombolan musuh. Abu Bakar sebagai seorang yang kaya raya, telah menyerahkan seluruh harta kekayaannya untuk digunakan Nabi. Nabi menghimbau perlunya dana untuk membiayai guna mempertahankan diri dari bahaya yang akan tiba. Maka Umar yang juga kaya raya seketika itu juga ingin mengambil kesempatan emas ini, sehingga ia berharap bisa menandingi Abu Bakar dalam berbakti kepada Islam. Beliau bergegas pulang ke rumah dan kembali membawa sejumlah besar harta kekayaannya. Nabi sangat senang melihat tindakan sahabatnya itu, dan bertanya, "Apakah ada yang anda tinggalkan untuk keturunan Anda?" "Sebagian dari kekayaan telah saya sisihkan untuk anak-anak saya," jawab Umar. Demikian pula ketika Abu Bakar membawa pulang hartanya, pertanyaan yang sama juga diajukan kepadanya. Beliau langsung menjawab, "Yang saya tinggalkan untuk anak-anak saya hanyalah Allah dan Rasul-Nya." Sangat terkesan akan ucapan

Ibu Guru berkerudung rapi tampak bersemangat di depan kelas sedang mendidik murid-muridnya dalam pendidikan Syari’at Islam. Di tangan kirinya ada kapur, di tangan kanannya ada penghapus.Ibu Guru berkata, “Saya punya permainan. Caranya begini, di tangan kiri saya ada kapur, di tangan kanan ada penghapus.

Jika saya angkat kapur ini, maka berserulah “Kapur!”, jika saya angkat penghapus ini, maka berserulah “Penghapus!” Murid muridnya pun mengerti dan mengikuti. Ibu Guru mengangkat silih berganti antara tangan kanan dan tangan kirinya, kian lama kian cepat.

Beberapa saat kemudian sang guru kembali berkata, “Baik sekarang perhatikan. Jika saya angkat kapur, maka berserulah “Penghapus!”, jika saya angkat penghapus, maka katakanlah “Kapur!”. Dan permainan diulang kembali.

Maka pada mulanya murid-murid itu keliru dan kikuk, dan sangat sukar untuk mengubahnya. Namun lambat laun, mereka sudah biasa dan tidak lagi kikuk. Selang beberapa saat, permainan berhenti. Sang guru tersenyum kepada murid-muridnya.

“Anak-anak, begitulah ummat Islam. Awalnya kalian jelas dapat membedakan yang haq itu haq, yang bathil itu bathil. Namun kemudian, musuh musuh ummat Islam berupaya melalui berbagai cara, untuk menukarkan yang haq itu menjadi bathil, dan sebaliknya.

Mungkin banyak yang heran sekaligus masih bertanya-tanya kenapa harus ada kaderisasi dalam setiap organisasi. Baik itu di organisasi-organisasi di kampus ataupun organisasi kemasyarakatan pasti memiliki satu bagian yang mengurus kaderisasi. Apa sebegitu pentingnya kaderisasi untuk organisasi?? Mari kita telaah secara bersama-sama.

Sebelum lanjut ada sebuah cerita yang mungkin bisa memberikan sedikit gambaran tentang kaderisasi, sok dinikmati ya…

Dalam sebuah kisah diterangkan seorang kakek yang sudah tua renta menanam sebuah pohon kurma. Kebetulan pada saat itu seorang raja lewat dan melihat kakek yang sedang menanam tersebut. Dengan rasa penasaran sang raja bertanya kepada si kakek tentang alasan atau motivasi menanam pohon tersebut. Sang raja bertanya seperti itu karena semua orang sudah tahu bahwa pohon kurma tidak akan berbuah kecuali setelah beberapa tahun sehingga mana mungkin kakek itu menanam pohon kurma untuk dipetik oleh dirinya sendiri. Ternyata benar, ketika ditanya si kakek menjawab dengan bijak, “Dulu orang-orang sebelum kita menanam pohon kurma sehingga buahnya dapat kita nikmati sekarang, apakah tidak ada keinginan dalam diri kita untuk mengikuti jejak mereka dengan menanam pohon kurma saat ini supaya generasi setelah kita dapat menikmati buah kurma dari pohon yang kita tanam?”

Halaman 7 dari 7

Copyright © 2011 Forum Komunikasi Mahasiswa Muslim Harapan. All Rights Reserved.
Developed By : NIKAZAFAI COM & SOFIAN ARISYANDI