AlQuran-Online

 

Login Anggota 

Random Ayat 

Artikel | Terbaru 

Sedang Online 

Kami memiliki 55 tamu dan tidak ada anggota online

005598
Hari Ini
Semalam
Dalam Minggu Ini
Total Pengunjung
1723
0
1723
5598

IP Kamu : 54.198.2.110
Waktu: 2017-11-24 08:37:52

LINK | CAMPUS 

WEBSITE YASPENDHAR

yaspendhar3


 

Supported By
logo

Link Imsakiyah 1437H Medan

Minggu, 14 April 2013 09:17

Mengenang Mujahid Ambon Al-Akh Shadiq

mujahid4eramuslim - "Abi lagi ke Ambon", begitu mulut kecil Zuhair (3 th) kalau ditanya kemana bapaknya pergi. Ketika dikatakan padanya, "Nanti kalau pulang dibawain oleh-oleh pedang sama Abi ya...", Zuhair menjawab, "Enggak, Abi di Ambon berjihad, mati syahid".

"Dan Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapatkan rizqi” [Ali Imran: 169]

Demikianlah yang selalu disampaikan Zuhair. Sekalipun bapaknya masih hidup di Ambon, namun kalau ditanya padanya tentang bapaknya, Al Akh Shodiq, selalu ia katakan, "Abi lagi di Ambon, Jihad, mati syahid", sampai ibunya nggak enak sendiri dan menyuruh anaknya supaya tidak berkata seperti itu.

Sampai akhirnya, telepon dirumah kami berdering. Terdengar berita dari seorang ikhwan disana bahwa Yon Gab membantai kaum muslimin, dan Al Akh Shodiq termasuk yang dalam pencarian keberadaannya. Hati kami sedih bercampur senang dan penuh harap. Sedih karena berpisah dengan saudara sesama muslim, senang dengan harapan bahwa ia mati syahid dan penuh harap untuk bisa seperti itu.

Akhirnya Fax dari Ambon secara resmi datang memberitakan kematian Al Akh Shodiq. Kami sampaikan kepada orang tua, istri dan mertuanya. Alhamdulillah mereka tabah menerimanya. Nampaknya mereka sudah begitu siap menerima kabar tersebut. Tak ada tangisan histeris, hanya terlihat mata mereka berkaca-kaca. Dengan terbata-bata, istrinya menceritakan kepada akhwat yang saat itu bersama divisi sosial bahwa ketika mau berangkat suaminya berpesan, "Kamu jangan terlalu mengharapkan saya, karena saya kesana menjemput kematian".

Kini harapan itu telah terkabul. Semburat kebanggaan terlihat di wajah mereka. Apalagi setelah kami ingatkan kepada keluarganya betapa mulianya orang yang mati syahid dengan berbagai keutamaan-keutamaan yang menyertainya (bahwa mereka tidak mati, tetapi hidup disisi Allah dengan mendapat rizqi, juga berhak memberi syafaat kepada 70 orang keluarganya).
Keluarga Al Akh Shodiq sendiri menceritakan bahwa di hari kematiannya, tanggal 14 Juni ketika Yon Gab membantai kaum muslimin itu, di rumah mereka tercium bau wangi.

Al Akh Shodiq adalah satu diantara enam Laskar Jihad yang diberangkatkan oleh DPD FKAWJ Cilacap yang meninggal dunia karena kebrutalan Yon Gab dalam tragedi 14 Juli berdarah. Al Akh Shodiq termasuk yang disandera dan dibantai oleh Yon Gab. Mereka yang meninggal itu rata-rata termasuk yang mantap dan semangat untuk berjihad, sekalipun banyak rintangan (dana, keluarga) yang menghalangi.

Ya Allah, jadikanlah kematian saudara-saudara kami itu benar-benar dinilai mati syahid dan jadikanlah kematian terindah itu (mati syahid) sebagai kematian yang menjemput kami.

Kini Si Kecil Zuhair kalau ditanya kemana bapaknya, mulut mungilnya menjawab, "Abi di sorga". Wallahu a'lam bisshawab.

taken from : www.laskarjihad.or.id

Rate this item
(0 votes)
Read 151108 times
Sofian Arisyandi

Dunia ditangan, akhirat dihati

Contact Details

  • Address
    Jln Utama No. 70 Medan
  • City
    Medan
  • State or Province
    Sumatera Utara
  • Country
    Indonesia
  • Mobile
    +6287748676964 (pin bb: 23438479)

Social Profiles


Copyright © 2011 Forum Komunikasi Mahasiswa Muslim Harapan. All Rights Reserved.
Developed By : NIKAZAFAI COM & SOFIAN ARISYANDI