AlQuran-Online

 

Login Anggota 

Random Ayat 

Artikel | Terbaru 

Sedang Online 

Kami memiliki 85 tamu dan tidak ada anggota online

005669
Hari Ini
Semalam
Dalam Minggu Ini
Total Pengunjung
1794
0
1794
5669

IP Kamu : 54.198.2.110
Waktu: 2017-11-24 08:49:00

LINK | CAMPUS 

WEBSITE YASPENDHAR

yaspendhar3


 

Supported By
logo

Link Imsakiyah 1437H Medan

Senin, 29 April 2013 07:08

Hidupnya Pas-Pasan, Sedekahnya 30 Juta!

Dua tahun saya tak pulang ke kampung halaman. Sudah banyak yang berubah. Banyak bangunan baru dan yang masih di bangun di kiri-kanan jalan. Perekonomian di kampung halaman saya sedang menggeliat, membaik dan meningkat. Selain perubahan itu, satu yang juga membuat ku bangga, masjid di kampung sudah bagus dan cukup megah serta sudah memiliki sumur sendiri. Sumur bor! Airnya bersih dan lancar. Tidak susah lagi jika mau wudhu. Bahkan kamar mandi dan WC masjid sudah lumayan bersih dan tidak bau seperti dulu.

“Sudah banyak air untuk membersihkannya mas” kata salah seorang warga.

“Itu sumur kapan dibuatnya pak?” tanya ku.

“Belum lama kok, sekitar 4 bulan yang lalu” katanya, “Itu juga bantuan dari orang. Ada yang bersedekah membuat sumur itu”

“Siapa pak?”

“Si Fulan mas, itu loh yang rumahnya di ujung desa”

“Oh iya saya kenal”

Beberapa hari kemudian, ketika ada waktu luang saya menyempatkan diri berkunjung ke rumah si Fulan yang sudah bersedekah membuatkan sumur bor di masjid kampung ku. Si Fulan ini kehidupannya pas-pasan. Penghasilannya sekitar 1.5 juta sebulan. Uang sebanyak itu ia pakai untuk menafkahi istri dan dua anaknya. Tapi ia punya warung rumahan. Yah, paling ukuran warungnya hanya 3 x 2 meter saja.

“Alhamdulillah mas, saya diberi kemudahan sama Allah untuk membangun sumur itu. Saya juga awalnya tidak menyangka bisa bersedekah begitu” Sedekah-infak-kaya

“Emang berapa biayanya pak?”

“Nggak besar kok mas, sekitar 10juta”

Glek.. saya menelan ludah, malu. Dia yang berpenghasilan tidak terlalu besar saja bisa sedekah sebanyak itu. Bagaimana dengan saya? Jauh sekali!!

“Subhanallah, saya harus belajar banyak dari bapak” kataku.

“Saya sering mendengar ceramah Yusuf Mansur di televisi mas. Awalnya saya coba-coba sedekah sedikit, Alhamdulillah, Allah memang tuhan yang tidak mungkin mengingkari janjinya. Rejeki saya terus mengalir” jelasnya, “Kemudian ketika ada kelebihan rejeki, dan kebetulan masjid kita belum ada sumur yang layaknya, saya sedekahkan kesana. Semoga menjadi amal baik saya dan keluarga”

“Amin” kata ku, “Saya selalu yakin bahwa Allah pasti akan mengganti dengan yang lebih baik pak. Alhamdulillah, saya senang sekali berkunjung ke rumah bapak, saya mendapatkan banyak ilmu yang bermanfaat”

Begitulah, tulisan ini adalah sepenggal pengalaman ketika pulang ke kampung halaman. Dengar-dengar dari sebagian warga, saya juga mengetahui bahwa keluarga tadi selalu rutin memberikan sedekah ke pesantren setiap bulan dan memberi makan kepada anak yatim di sekitarnya. Bahkan ada warga yang mengatakan bahwa keluarga ini, di tahun 2012 kemarin paling tidak bersedekah sebanyak 30juta.

Ah, akankah saya sanggup menirunya? Ya Allah, mudahkan kami semua untuk selalu bisa dekat dengan mu. Mudahkan kami untuk selalu bisa melakukan amal sholeh karena Mu. Amin.

Sumber: http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2013/04/29/hidupnya-pas-pasan-sedekahnya-30-juta-555299.html

Rate this item
(0 votes)
Read 1312 times

Copyright © 2011 Forum Komunikasi Mahasiswa Muslim Harapan. All Rights Reserved.
Developed By : NIKAZAFAI COM & SOFIAN ARISYANDI