AlQuran-Online

 

Login Anggota 

Random Ayat 

Artikel | Terbaru 

Sedang Online 

Kami memiliki 104 tamu dan tidak ada anggota online

5174008
Hari Ini
Semalam
Dalam Minggu Ini
Total Pengunjung
2521
3411
17180
5174008

IP Kamu : 54.156.58.187
Waktu: 2017-09-21 15:42:33

LINK | CAMPUS 

WEBSITE YASPENDHAR

yaspendhar3


 

Supported By
logo

Link Imsakiyah 1437H Medan

FKMM HARAPAN MEDAN

FKMM HARAPAN MEDAN

Follow : @fkmmharapan

Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Minggu, 09 Desember 2012 09:28

Hati-hati dengan nama pemuda-pemuda ini

Hati-hati dengan nama-nama pemuda dibawah ini..!! karena mereka akan membuat kita malu..??!!. Siapakah mereka..??

1. Ibnu Sina dokter muda Islam yang telah membuka praktek dan menjadi dokter pribadi khalifah diusia 17 tahun

2. Usamah bin Zaid menjadi panglima perang termuda yang memimpin ribuan pasukan pada usia 20 tahun bahkan umar bin khotob, usman bin affan dan abu bakar shidiq dibawah komandonya..

FKMM Harapan – Seorang mahasiswa akan memperoleh nilai tambah, jika ia tidak hanya sibuk dengan nilai akademis tetapi juga aktif berorganisasi. Mengapa dikatakan nilai tambah? Karena dengan berorganisasi, ia bakal terbiasa bekerjasama dengan orang lain (work as a team), memiliki jiwa kepemimpinan (work as a leader), terbiasa bekerja dengan manajemen (work with management). Di masa depan, skill tersebut sangat dibutuhkan ketika memasuki dunia yang sebenarnya. Tetapi kadang seorang mahasiswa aktivis organisasi menemui kendala dalam membagi waktu antara kuliah dan organisasi. Ada beberapa tips yang dapat diterapkan:

1. Tentukan atau renungi kembali visi hidupmu

Visi adalah pandangan ke depan yang menggambarkan jadi apa kamu kelak. Misi
adalah hal-hal yang dilakukan untuk mencapai visi. Visi adalah jawaban atas
pertanyaan, “Apa yang paling penting bagimu?”, “Apa yang memberi makna dalam hidupmu?”, “Kamu ingin jadi apa dan apa yang ingin kamu lakukan dalam hidupmu?” Jadi, bila visimu adalah “Mahasiswa Plus”, memang seharusnya kamu merencanakan dan mengatur segalanya

Minggu, 09 Desember 2012 09:19

Metode Dakwah dalam Al-Qur’an

http://muslimfisikaitebe.files.wordpress.com/2009/07/al-quran.jpgDalam al-Qur’an surah Al-Nahl (16): 125 termuat beberapa metode dakwah sebagaimana dapat dibaca dalam firman Allah swt:

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang terbaik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari JalanNya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

Tiga metode dakwah yang terkandung dalam ayat ini, yaitu : metode al-hikmah, metode al-maw’izhah dan metode mujadalah.

Metode al-hikmah

Kata al-hikmah terulang sebanyak 210 kali dalam al-Qur’an. Secara etimologis, kata ini berarti kebijaksanaan, bagusnya pendapat atau pikiran, ilmu, pengetahuan, filsafat, kenabian, keadilan, pepatah dan juga berarti al-Qur’an al-Karim. Hikmah juga diartikan al-Ilah, seperti dalam kalimat hikmah al-tasyri’ atau ma hikmah zalika dan diartikan juga al-kalam atau ungkapan singkat yang padat isinya.

-Setiap mereka yang mengucapkan dua kalimah syahadah, maka dia merupakan seorang da’i ataupun pendakwah. Tiada pengecualian. Berdakwah bukanlah tanggungjawab golongan pelajar sekolah agama, ustaz, ulama’ serta mufti sahaja. Semua muslim sebenarnya dibebankan dengan tanggungjawab untuk berdakwah, mengajak umat manusia kepada Islam. Hanya dengan jalan ini sahajalah Umat Islam akan meraih kembali kemuliaan dan keagungan yang pernah digenggam suatu ketika dahulu. Bersesuaian dengan firman Allah S.W.T:

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.
[Q.S. Ali ‘Imran, 3 : 110]

Minggu, 09 Desember 2012 09:14

Terasing

Dunia adalah tempat persinggahan, kita hanya sebentar berteduh untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan panjang menuju tempat abadi yaitu kampung akhirat. Ketika singgah, tak usah kita terlena dengan tipu daya warna warni dunia. Gemerlapnya akan membuat kita terpana. Keindahannya akan membuat kita lalai. Cukuplah kita mengisi perbekalan yang dibutuhkan dalam perjalanan panjang nanti.

Sedang akhirat adalah tempat asing dan hanya untuk orang-orang asing dan berbahagialah bagi kita yang merasa asing. Asing dengan segala hiruk pikuk dunia. Asing dengan ketaqwaan kita kepada Allah di tengah menjamurnya kemaksiatan.

Siapa yang menikmati dunia, aku pun pernah merasakannya, kesegaran dan siksanya pun pernah aku rasakan, aku tak melihatnya kecuali tipuan dan kepahitan, dunia tak lain adalah bangkai busuk, di atasnya terdapat anjing-anjing yang siap menyantapnya. Jika engkau menjauh darinya, maka kamu akan selamat. Dan jika engkau mengambilnya, anjing-anjing itu akan merebutmu. Maka tinggalkanlah saja semua sampah itu. Jiwa yang bertaqwa tak boleh terperosok ke dalamnya.” (Al Imam AsySyafi’i)

Minggu, 09 Desember 2012 09:06

Waktu Kita, Habis Dimana ?

Kita sering mendengar orang mengeluh soal waktu yang sangat terbatas. Waktu yang sangat sempit. Waktu yang pendek, sehingga banyak pekerjaan tidak bisa terselesaikan karena kekurangan waktu. Kita sering mendengar keluhan kemacetan lalu lintas Jakarta, yang menyebabkan waktu terbuang di jalanan. Waktu habis karena terjebak kemacetan ibukota Jakarta. Kalau di daerah, orang mengeluh soal lamanya menunggu angkutan umum, karena masih sangat jarang jumlahnya.
Ternyata, untuk bisa menghormati waktu memerlukan kelengkapan sarana dan prasarana. Memerlukan keterpaduan pengelolaan dalam segala aspeknya. Di antara hal yang bisa menghemat waktu adalah kualitas informasi di tempat umum dan di fasilitas publik. Bus kota kita belum memiliki jadwal yang pasti kapan berangkat dan kapan tibanya. Kereta api kita sudah relatif memiliki jadwal, namun belum bisa memenuhinya. Di bandara, stasiun dan terminal, masih belum cukup ramah untuk penghematan waktu.

Minggu, 09 Desember 2012 09:00

“Permainan” OKNUM Ikhwan dan Akhwat

Essay ini adalah bentuk Shock Therapy terhadap manusia-manusia yang mengaku sebagai kader dakwah. Mereka yang masih berada di dunia kampus (Aktivis Kampus), dan di dunia di mana usia pernikahan sudah mendekat (Pasca Kampus).

Di sebuah negeri antah berantah, Allah menghendaki sebuah kampus di kota tersebut mencapai kefutuhan. BEM di kuasai, memiliki kader yang banyak dan tak ketinggalan legalisasi kampus terhadap organisasi ini telah didapat. Sehingga berbagai kegiatan begitu mudah mereka laksanakan tanpa aral melintang.

Teringat sebuah Taujih dari seorang Ustadzah (lupa namanya), dikatakan bahwasanya sebuah kampus ketika dalam perjalanan dakwah tidak mengalami cobaan yang melintang. Semua begitu mudah. Namun bukan berarti dakwah mereka baik-baik saja. Justru sebaliknya, dakwah seperti inilah yang bermasalah. Kenapa bermasalah, karena Fitrah atau Sunnatullah-nya sebuah pergerakan dakwah adalah besar dan beruntunnya cobaan yang menghalang mereka. Jadi banggalah bagi kita ketika dalam perjalanan dakwah ini, kita banyak menemukan aral melintang, namun ketika kita mampu melaluinya, maka akan Allah SWT naikkan derajat orang-orang yang di dalamnya. Tidak jarang, mereka yang merasa kampusnya tenang-tenang saja, menjadi ujub, sombong, dan syum’ah. Wallahu a’lam

Kampus ini sudah mengalami kefutuhan sangat lama. Kader mereka begitu banyak di setiap fakultas lebih 20 orang menjadi anggota inti. Kuantitas maju, tidak dibarengi dengan kualitas yang pas sesuai dengan manhaj yang mereka pegang.

Minggu, 09 Desember 2012 08:42

Pantulan Kehidupan

Dear All,

This story a nice to read....

Seorang bocah mengisi waktu luang dengan kegiatan mendaki gunung bersama ayahnya. Entah mengapa, tiba-tiba si bocah tersandung akar pohon dan jatuh.

"Aduhh!" jeritannya memecah keheningan suasana pegunungan.

Si bocah amat terkejut, ketika ia mendengar suara di kejauhan menirukan teriakannya persis sama, "Aduhh!". Dasar anak-anak, ia berteriak lagi, "Hei!

Siapa kau?" Jawaban yang terdengar, "Hei! Siapa kau?" Lantaran kesal mengetahui suaranya selalu ditirukan, si anak berseru, "Pengecut kamu!"

Lagi-lagi ia terkejut ketika suara dari sana membalasnya dengan umpatan serupa.

Ia bertanya kepada sang ayah, "Apa yang terjadi?" Dengan penuh kearifan sang ayah tersenyum, "Anakku, coba perhatikan." Lelaki itu berkata keras, "Saya kagum padamu!" Suara di kejauhan menjawab, Saya kagum padamu!" Sekali lagi sang ayah berteriak "Kamu sang juara!" Suara itu menjawab, "Kamu sang juara!" Sang bocah sangat keheranan, meski demikian ia tetap belum mengerti.

Lalu sang ayah menjelaskan, "Suara itu adalah gema, tapi sesungguhnya itulah kehidupan."

Kehidupan memberi umpan balik atas semua ucapan dan tindakanmu. Dengan kata lain, kehidupan kita adalah sebuah pantulan atau bayangan atas tindakan kita. Bila kamu ingin mendapatkan lebih banyak cinta didunia ini, maka ciptakan  cinta didalam hatimu. Bila kamu menginginkan tim kerjamu punya kemampuan tinggi, ya tingkatkan kemampuan itu. Hidup akan memberikan kembali segala sesuatu yang telah kau berikan kepadanya. Ingat, hidup bukan sebuah kebetulan tapi sebuah bayangan dirimu.

Minggu, 09 Desember 2012 08:37

Warisan para Nabi dan Rosul

( KUMPULAN : HADIST-KUNCI ) WARISAN PARA NABI DAN ROSUL - Ilmu adalah firman Allah, sabda rosulNya, perkataan para shahabat, tidaklah bercampur dengan manusia terkini, Tiada bagianmu terhadap ilmu itu boleh berselisih, Yakni antara Rosul dan pendapat seorang faqih alim Agama. Berkata al-Imam al-Awza’iy rahimahullah, “Ilmu itu adalah apa yang didatangkan oleh para shahabat Muhammad saw, dan apa yang tidak datang dari seseorang dari mereka maka itu bukanlah ilmu”. [Bahjah an-Naazhiriin: II: 462 dan Jaami’ bayaan al-Ilmi wa fadl-lihi: 803].

Minggu, 09 Desember 2012 08:21

Dakwah Harus Mampu Memberikan Alternatif

Dalam kehidupan keseharian, kita sering menyaksikan berbagai hal yang tidak sesuai dengan nilai-nilai keimanan. Banyak kerusakan, penyimpangan, kejahatan yang terjadi setiap hari di depan mata kita. Sebagai aktivis dakwah, kita sangat ingin mengubah seluruh kondisi yang tidak baik dan menyimpang tersebut, dan mengarahkan kepada nilai-nilai keimanan dan keshalihan.

Namun persoalan dakwah bukan semata-mata bagaimana menghilangkan kemaksiatan atau bagaimana menghapuskan kemunkaran. Lebih dari itu, yang harus diusahakan dalam proses dakwah adalah menghadirkan alternatif yang lebih baik dan lebih layak bagi kehidupan masyarakat. Dengan demikian, kemanfaatan dan kontribusi dari dakwah bisa dirasakan secara nyata oleh masyarakat. Aktivis dakwah tidak hanya bisa melarang dan mencegah, namun juga bisa memberikan alternatif solusi.

Banyak orang berkubang dalam kehidupan yang buruk karena keterpaksaan keadaan. Mereka memerlukan solusi nyata untuk keluar dari keburukan tersebut, bukan semata-mata dilarang dan –apalagi—dimarahi dan dilecehkan, namun tanpa ada solusi yang berarti. Masyarakat memerlukan solusi agar mereka bisa memiliki kehidupan yang lebih sesuai nilai-nilai keimanan.

Halaman 6 dari 7

Copyright © 2011 Forum Komunikasi Mahasiswa Muslim Harapan. All Rights Reserved.
Developed By : NIKAZAFAI COM & SOFIAN ARISYANDI